Rumah Tadah Alas Suku Banjar » Budaya Indonesia

Apa Itu Rumah Tadah Alas?

Kalau kamu pernah main ke Kalimantan Selatan, pasti nggak asing lagi dengan rumah adat yang satu ini: Rumah Tadah Alas container homes portugal . Rumah ini adalah salah satu bentuk rumah adat suku Banjar yang unik dan sarat makna. Namanya mungkin belum sepopuler Rumah Bubungan Tinggi, tapi Rumah Tadah Alas tetap punya nilai budaya yang penting banget.

Desain rumah ini memang sederhana. Biasanya dibangun di atas tanah tanpa kolong, berbeda dari rumah panggung khas Banjar lainnya. Tapi justru dari kesederhanaan itulah, terlihat filosofi hidup orang Banjar: bersahaja, bersyukur, dan dekat dengan alam.


Arsitekturnya Simpel Tapi Sarat Makna

Rumah Tadah Alas punya bentuk yang lebih rendah dan praktis. Atapnya berbentuk pelana, terbuat dari sirap atau daun rumbia, dengan dinding dari papan kayu ulin. Rumah ini biasanya cuma punya satu atau dua ruangan utama, nggak banyak sekat atau ornamen.

Kenapa bisa begitu? Karena rumah ini memang dibangun bukan untuk gaya-gayaan. Fokus utamanya adalah fungsi dan kehangatan keluarga. Tata letaknya dibuat agar semua anggota keluarga bisa saling berinteraksi dan hidup harmonis.

Di sini terlihat banget bahwa nilai kekeluargaan dan kebersamaan sangat dijunjung tinggi oleh orang Banjar. Nggak heran, rumah ini selalu jadi tempat berkumpul yang hangat, walau bentuknya sederhana.


Filosofi Kehidupan Orang Banjar di Baliknya

Buat orang Banjar, rumah bukan cuma tempat tinggal. Lebih dari itu, rumah adalah tempat untuk menjaga hubungan—baik dengan keluarga, tetangga, maupun alam sekitar. Rumah Tadah Alas dibangun dari bahan alami, dan proses pembangunannya pun sering dilakukan gotong royong.

Hal ini menunjukkan kalau hidup orang Banjar sangat menghargai kebersamaan. Rumah ini juga melambangkan sikap rendah hati, karena nggak dibangun secara mewah, tapi tetap nyaman untuk ditinggali.

Ada juga kepercayaan bahwa rumah yang dekat dengan tanah bisa memberikan keseimbangan energi dan menjauhkan hal-hal negatif. Itulah kenapa bentuk Tadah Alas tetap dipertahankan walau zaman sudah modern.


Masih Ada Nggak Rumah Tadah Alas Sekarang?

Sayangnya, seiring perkembangan zaman, rumah Tadah Alas mulai jarang ditemui. Banyak orang lebih memilih rumah modern karena dianggap lebih praktis dan kekinian. Tapi, di beberapa daerah pedalaman di Kalimantan Selatan, rumah ini masih bisa ditemukan dan dihuni oleh masyarakat adat.

Pemerintah daerah dan pegiat budaya sebenarnya sudah mulai mendorong pelestarian rumah adat ini, termasuk menjadikannya sebagai destinasi wisata budaya. Ini penting banget supaya generasi muda tetap tahu dan bangga dengan warisan leluhurnya.


Kenapa Harus Dilestarikan?

Rumah Tadah Alas bukan cuma peninggalan masa lalu. Ia adalah simbol identitas dan cara hidup yang bisa mengajarkan banyak hal ke kita hari ini. Di tengah dunia yang makin individualis, rumah ini mengajarkan kita tentang hidup sederhana, saling menghargai, dan menjaga keharmonisan dengan lingkungan.

Selain itu, bahan-bahan alami yang digunakan dalam pembangunannya juga lebih ramah lingkungan dibanding rumah modern. Jadi, kalau dipikir-pikir, rumah adat ini juga bisa jadi bagian dari solusi hidup berkelanjutan.


Penutup: Belajar Dari Rumah Tadah Alas

Di zaman serba instan dan digital kayak sekarang, kita bisa banget belajar banyak dari Rumah Tadah Alas. Dari kesederhanaannya, kita diingatkan buat lebih menghargai yang kita punya. Dari bentuk dan bahan bangunannya, kita diajak hidup lebih selaras sama alam.

Semoga rumah adat ini nggak cuma jadi memori atau gambar di buku pelajaran. Tapi bisa terus hidup dan dikenang sebagai warisan budaya yang mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang mendalam.


Kalau kamu lagi ke Kalimantan Selatan, sempatkan mampir dan lihat langsung Rumah Tadah Alas. Siapa tahu, kamu bisa dapat inspirasi baru buat hidup yang lebih tenang dan bermakna.